Suka membuat desain poster, mengatur warna, atau menyusun tampilan aplikasi agar terlihat menarik? Kalau iya, kamu mungkin tertarik dengan bidang UI/UX. Menariknya, bidang ini tidak hanya berkaitan dengan desain visual, tetapi juga dengan teknologi dan cara manusia menggunakan sebuah produk digital.

Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah Informatika tetapi merasa lebih tertarik pada desain daripada coding, UI/UX bisa menjadi bidang yang layak dipelajari. Kamu tetap perlu memahami kebutuhan pengguna dan cara kerja produk digital, tetapi tidak harus langsung menjadi programmer ahli untuk mulai belajar desain pengalaman pengguna.

1. Apa Itu UI/UX?

UI merupakan singkatan dari User Interface, sedangkan UX adalah User Experience. Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki fokus yang berbeda.

User Interface (UI) berhubungan dengan bagian produk yang dilihat dan digunakan pengguna, seperti tombol, ikon, menu, warna, tipografi, dan tata letak layar.

User Experience (UX) mencakup pengalaman pengguna ketika berinteraksi dengan produk. Fokusnya antara lain apakah produk mudah dipahami, apakah pengguna dapat menyelesaikan tugas dengan lancar, dan apakah fitur yang tersedia benar-benar membantu.

Menurut Nielsen Norman Group, UX memiliki cakupan lebih luas daripada tampilan antarmuka saja. Produk yang terlihat menarik belum tentu memberikan pengalaman yang baik jika pengguna kesulitan menemukan fitur atau menyelesaikan kebutuhannya.

2. Apa Perbedaan UI dan UX?

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan kamu menggunakan aplikasi pemesanan makanan.

Aspek UI Design UX Design
Fokus Tampilan dan elemen interaksi Keseluruhan pengalaman pengguna
Pertanyaan utama Apakah tampilannya jelas dan nyaman dilihat? Apakah pengguna mudah menyelesaikan tujuannya?
Contoh pekerjaan Mengatur tombol, warna, ikon, dan tata letak Memetakan alur pemesanan dan menemukan kendala pengguna
Hasil yang diharapkan Antarmuka yang jelas dan konsisten Pengalaman yang mudah, efektif, dan sesuai kebutuhan

Misalnya, tombol “Pesan Sekarang” sudah terlihat menarik dari sisi UI. Namun, jika pengguna harus melewati terlalu banyak langkah untuk menyelesaikan pesanan, pengalaman UX masih bisa diperbaiki.

Karena itu, desain produk digital yang baik perlu mempertimbangkan tampilan sekaligus kebutuhan dan perilaku penggunanya.

3. Apa yang Dikerjakan UI/UX Designer?

UI/UX designer membantu merancang produk digital agar mudah digunakan dan sesuai kebutuhan pengguna. Pekerjaannya tidak selalu dimulai dengan menggambar tampilan. Ada proses memahami masalah dan menguji solusi sebelum desain dikembangkan lebih lanjut.

Beberapa kegiatan yang umum dilakukan antara lain:

1. Memahami kebutuhan pengguna. Mencari tahu siapa pengguna produk dan masalah yang ingin mereka selesaikan.

2. Menyusun alur pengguna. Menggambarkan langkah yang dilalui pengguna saat memakai website atau aplikasi.

3. Membuat wireframe. Menyusun kerangka awal halaman sebelum menentukan detail visual.

4. Membuat prototipe. Membuat simulasi interaksi untuk menunjukkan cara kerja rancangan.

5. Merancang tampilan antarmuka. Menentukan warna, tipografi, ikon, jarak, dan komponen visual.

6. Melakukan pengujian. Meminta pengguna mencoba rancangan untuk menemukan bagian yang membingungkan atau sulit digunakan.

Tidak semua proyek memiliki tahapan yang sama. Prosesnya dapat menyesuaikan skala produk, kebutuhan tim, waktu, dan kompleksitas masalah.

4. Apakah Belajar UI/UX Harus Bisa Coding?

Tidak harus menguasai coding untuk mulai belajar UI/UX. Kamu bisa memulai dengan memahami prinsip desain, membuat wireframe, menyusun alur pengguna, dan menggunakan perangkat desain seperti Figma.

Meskipun demikian, pengetahuan dasar tentang teknologi tetap bermanfaat. Memahami bagaimana website atau aplikasi dibangun dapat membantu desainer berkomunikasi dengan programmer dan mempertimbangkan kemungkinan penerapan desain.

Sebagai contoh, desainer perlu memahami bahwa tampilan pada layar ponsel berbeda dari layar laptop. Desain juga perlu mempertimbangkan ukuran teks, kontras warna, kemudahan navigasi, dan aksesibilitas agar dapat digunakan oleh beragam pengguna.

Jika ingin masuk Informatika, kamu dapat mempelajari UI/UX sambil membangun dasar algoritma dan pemrograman. Keduanya dapat saling melengkapi ketika kamu mengembangkan produk digital.

5. Bagaimana Cara Mulai Belajar UI/UX dari Nol?

Kamu tidak perlu langsung membuat desain aplikasi yang kompleks. Mulailah dengan proyek kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Langkah pertama: pilih masalah sederhana. Misalnya, siswa kesulitan mencatat jadwal tugas dan tenggat pengumpulan.

Langkah kedua: pahami kebutuhan pengguna. Catat informasi yang mereka perlukan, seperti nama tugas, mata pelajaran, dan tanggal pengumpulan.

Langkah ketiga: buat wireframe. Gambarkan susunan halaman menggunakan kertas atau aplikasi desain. Tentukan letak daftar tugas, tombol tambah, dan informasi tenggat.

Langkah keempat: buat prototipe. Hubungkan elemen yang diperlukan agar orang lain dapat mencoba alur penggunaan rancanganmu.

Langkah kelima: minta masukan. Amati apakah orang lain dapat memahami desain tanpa banyak penjelasan. Perbaiki bagian yang membingungkan berdasarkan hasil pengujian.

Kamu bisa mempelajari prinsip UX melalui panduan dasar UX dari Nielsen Norman Group. Panduan tersebut membahas berbagai materi pengantar mengenai pengalaman pengguna dan desain antarmuka.

6. Apakah UI/UX Relevan dengan Kuliah Informatika?

Ya. Pengembangan produk digital tidak hanya membutuhkan kode yang berjalan dengan baik, tetapi juga antarmuka yang membantu pengguna berinteraksi dengan sistem.

Dalam struktur kurikulum resmi S1 Informatika Universitas Alma Ata, terdapat mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (HCI) pada semester pertama serta Desain Antar Muka dan Pengalaman Pengguna pada semester keempat. Keberadaan mata kuliah tersebut menunjukkan bahwa interaksi pengguna dan perancangan pengalaman digital menjadi bagian dari pembelajaran di prodi.

Kamu dapat memeriksa nama mata kuliah dan semester melalui struktur kurikulum resmi S1 Informatika Universitas Alma Ata.

Kesimpulan

UI/UX merupakan bidang yang menggabungkan desain, pemahaman perilaku manusia, dan teknologi untuk menghasilkan produk digital yang mudah digunakan. UI berfokus pada antarmuka, sedangkan UX memperhatikan pengalaman pengguna secara lebih menyeluruh.

Jika kamu suka desain dan tertarik kuliah Informatika, tidak ada salahnya mulai mengenal UI/UX dari proyek sederhana. Kamu dapat mengembangkan kreativitas visual sekaligus mempelajari cara menyelesaikan masalah pengguna.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pembelajaran, mata kuliah, dan lingkungan akademik, kunjungi halaman resmi Program Studi S1 Informatika Universitas Alma Ata. Dengan memahami hubungan desain dan teknologi, kamu bisa mulai menemukan bidang Informatika yang paling sesuai dengan minatmu.