Keamanan siber atau cybersecurity menjadi salah satu topik paling penting di era digital. Dengan semakin meningkatnya penggunaan internet dan perangkat digital, ancaman kejahatan siber juga semakin kompleks. Ancaman seperti phishing, malware, ransomware, dan kebocoran data tidak hanya menyerang perusahaan besar, tetapi juga individu.
Bagi Mahasiswa Informatika, keamanan siber wajib dipahami karena semua sistem teknologi membutuhkan perlindungan dari potensi serangan. Di Informatika Alma Ata, mahasiswa diperkenalkan pada konsep keamanan sistem, enkripsi data, firewall, hingga praktik ethical hacking. Komunitas Informatika Jogja juga banyak mengadakan workshop CTF (Capture The Flag) untuk melatih kemampuan keamanan.
Serangan siber terus berkembang. Di sektor perbankan, serangan ransomware menjadi ancaman besar yang dapat melumpuhkan sistem pembayaran. Di sektor pendidikan, banyak kampus mengalami kebocoran data mahasiswa. Bahkan pengguna individu pun rentan terhadap pencurian password dan penyalahgunaan data pribadi.
Solusi keamanan siber terdiri dari beberapa langkah:
- Pendidikan keamanan digital – pengguna harus memahami risiko penggunaan internet.
- Penggunaan autentikasi kuat seperti 2FA.
- Backup data secara berkala untuk mencegah kehilangan data akibat serangan ransomware.
- Memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin.
- Menggunakan antivirus dan firewall untuk perlindungan dasar.
Perusahaan modern kini membutuhkan tenaga ahli cybersecurity dalam jumlah besar. Posisi seperti security engineer, penetration tester, dan SOC analyst menjadi sangat diminati. Mahasiswa Informatika yang memahami konsep keamanan memiliki peluang besar untuk bekerja di industri perbankan, telekomunikasi, hingga startup.
Keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perilaku pengguna. Pelatihan dan kesadaran digital sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan teknologi yang aman.
Penulis: Riskyy
Img source: https://unair.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/keamanan-siber.jpg
Recent Comments