Pernah menggunakan aplikasi yang tampilannya bagus, tetapi malah bikin bingung saat dipakai? Atau pernah membuka website yang sederhana, tetapi kamu bisa menemukan informasi yang dicari dengan cepat? Nah, perbedaan pengalaman tersebut berkaitan dengan dua hal penting dalam pengembangan produk digital, yaitu User Interface (UI) dan User Experience (UX).

Di balik website dan aplikasi yang nyaman digunakan, ada peran UI/UX Designer. Profesi ini cocok untuk kamu yang tertarik dengan dunia desain, teknologi, dan cara orang berinteraksi dengan aplikasi. Menariknya, menjadi UI/UX Designer bukan hanya soal memilih warna atau membuat tampilan yang estetik. Ada proses riset, pemecahan masalah, dan pengujian yang perlu dilakukan agar desain benar-benar membantu penggunanya.

Lalu, apa itu UI/UX Designer, apa saja tugasnya, dan bagaimana cara memulai karier di bidang ini? Yuk, kenali lebih jauh!

Apa Itu UI/UX Designer?

UI/UX Designer adalah profesi yang berfokus pada perancangan tampilan dan pengalaman pengguna ketika berinteraksi dengan produk digital, seperti aplikasi mobile, website, atau sistem informasi.

Meskipun sering disebut bersamaan, UI dan UX memiliki fokus yang berbeda. Keduanya saling melengkapi untuk menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah digunakan.

1. UI Designer: Mengatur Tampilan agar Menarik dan Jelas

UI atau User Interface adalah antarmuka yang digunakan seseorang untuk berinteraksi dengan sebuah sistem. Contohnya adalah tombol, menu navigasi, kolom pencarian, ikon, warna, tipografi, dan tata letak halaman.

UI Designer bertugas menyusun elemen-elemen tersebut agar tampil konsisten, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Misalnya, saat merancang aplikasi pemesanan makanan, UI Designer perlu memastikan tombol pesan mudah ditemukan, harga terlihat jelas, dan informasi restoran tersusun dengan rapi.

Jadi, UI bukan sekadar membuat aplikasi terlihat bagus. Tampilan juga perlu membantu pengguna memahami tindakan yang bisa dilakukan.

2. UX Designer: Memastikan Produk Nyaman Digunakan

UX atau User Experience berkaitan dengan pengalaman seseorang saat menggunakan produk atau layanan. Fokusnya lebih luas daripada tampilan layar, termasuk kemudahan menyelesaikan tugas, alur penggunaan, dan hambatan yang mungkin dialami pengguna.

UX Designer berusaha memahami kebutuhan pengguna, menemukan masalah, kemudian merancang solusi yang membuat produk lebih mudah digunakan.

Contohnya, pengguna ingin membeli tiket melalui aplikasi. Jika mereka harus membuka terlalu banyak halaman, mengisi formulir berulang kali, atau kesulitan menemukan tombol pembayaran, pengalaman pengguna bisa menjadi kurang baik.

UX Designer akan mengevaluasi alur tersebut dan mencari cara agar proses pembelian lebih sederhana.

Dengan kata lain, UI berfokus pada bagaimana antarmuka disajikan, sedangkan UX memperhatikan keseluruhan pengalaman ketika produk digunakan. Keduanya tidak bisa dipisahkan begitu saja dalam pengembangan produk digital.

Apa Saja Tugas UI/UX Designer?

Pekerjaan UI/UX Designer tidak selalu dimulai dengan membuka aplikasi desain. Sebelum membuat tampilan, mereka perlu memahami masalah yang ingin diselesaikan. Berikut beberapa tugas yang umum dilakukan.

1. Memahami kebutuhan pengguna

UI/UX Designer perlu mengetahui siapa yang akan menggunakan produk, apa tujuan mereka, dan kesulitan apa yang sedang dihadapi. Informasi ini dapat dikumpulkan melalui wawancara, survei, observasi, atau analisis masukan pengguna.

Sebagai contoh, jika sebuah website kampus sulit digunakan oleh calon mahasiswa, desainer perlu mencari tahu apakah masalahnya terletak pada navigasi, penyajian informasi, atau proses pendaftaran.

2. Membuat user flow dan wireframe

User flow adalah gambaran langkah-langkah yang dilalui pengguna untuk menyelesaikan suatu tujuan. Sementara itu, wireframe merupakan rancangan awal tata letak halaman yang biasanya belum menampilkan detail visual secara lengkap.

Keduanya membantu desainer menentukan struktur produk sebelum masuk ke tahap desain visual.

Misalnya, alur pendaftaran mahasiswa dapat dimulai dari halaman informasi program studi, dilanjutkan ke formulir pendaftaran, pengisian data, hingga konfirmasi pengiriman formulir.

3. Merancang desain antarmuka

Setelah struktur dan alurnya dirancang, UI Designer mengembangkan tampilan yang lebih detail. Proses ini mencakup pemilihan warna, tipografi, ikon, jarak antarelemen, komponen tombol, dan konsistensi desain.

Desain juga perlu mempertimbangkan berbagai ukuran layar agar website atau aplikasi tetap nyaman digunakan melalui laptop maupun ponsel.

4. Membuat prototype

Prototype adalah model interaktif yang menggambarkan bagaimana suatu produk akan bekerja. Pengguna atau tim pengembang dapat mencoba perpindahan halaman dan interaksi tombol tanpa harus membangun aplikasi secara penuh.

Prototype membantu tim menemukan masalah sejak tahap desain sehingga perubahan bisa dilakukan sebelum produk dikembangkan lebih jauh.

5. Melakukan usability testing

Usability testing adalah pengujian untuk mengetahui apakah pengguna dapat menjalankan tugas tertentu dengan mudah menggunakan desain yang dibuat.

Sebagai contoh, pengguna diminta mencari jadwal kuliah atau menyelesaikan proses pendaftaran. Desainer kemudian mengamati bagian yang membingungkan, langkah yang terlalu panjang, atau fitur yang sulit ditemukan.

Hasil pengujian digunakan untuk memperbaiki desain. Artinya, desain yang sudah terlihat bagus belum tentu efektif jika belum diuji kepada pengguna.

Tools yang Sering Digunakan UI/UX Designer

Ada beberapa tools yang dapat membantu proses desain. Kamu tidak harus langsung menguasai semuanya. Mulailah dari satu tools, lalu pelajari fitur yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

  • Figma: digunakan untuk membuat desain antarmuka, menyusun komponen, membuat prototype, dan berkolaborasi dengan anggota tim.

  • FigJam: membantu membuat diagram alur, mengumpulkan ide, dan melakukan brainstorming bersama tim.

  • Miro: dapat digunakan untuk memetakan ide, menyusun user journey, dan berkolaborasi secara visual.

  • Adobe Photoshop: berguna untuk mengolah gambar atau aset visual yang dibutuhkan dalam desain.

Selain tools desain, UI/UX Designer juga perlu memahami konsep seperti hierarki visual, tipografi, konsistensi komponen, aksesibilitas, dan prinsip desain yang berpusat pada pengguna. Penguasaan tools saja belum cukup jika desain yang dihasilkan tidak menyelesaikan masalah pengguna.

Apakah UI/UX Designer Harus Bisa Coding?

Tidak harus menjadi programmer untuk memulai karier sebagai UI/UX Designer. Fokus utama profesi ini adalah memahami pengguna dan merancang antarmuka serta pengalaman yang baik.

Namun, pengetahuan dasar pemrograman web seperti HTML, CSS, dan JavaScript dapat menjadi nilai tambah. Pengetahuan tersebut membantu desainer memahami bagaimana desain diterapkan menjadi website, mengenali keterbatasan teknis, dan berkomunikasi lebih efektif dengan developer.

Misalnya, desainer ingin membuat menu navigasi yang berubah pada layar ponsel. Pemahaman tentang desain responsif dan dasar pengembangan web akan membantu mereka mempertimbangkan bagaimana menu tersebut ditampilkan pada berbagai ukuran layar.

Jadi, kamu yang suka desain tetapi belum mahir coding tetap bisa mulai belajar UI/UX. Sebaliknya, mahasiswa Informatika yang sudah mengenal pemrograman juga bisa memanfaatkan pemahaman teknisnya untuk menghasilkan desain yang lebih realistis dan mudah dikembangkan.

Skill yang Perlu Dipelajari untuk Menjadi UI/UX Designer

Jika ingin menekuni bidang ini, ada beberapa keterampilan yang bisa kamu bangun secara bertahap.

1. User research. Kemampuan memahami kebutuhan, kebiasaan, dan masalah pengguna melalui data, wawancara, atau observasi.

2. Visual design. Pemahaman tentang warna, tipografi, tata letak, kontras, dan hierarki visual agar informasi mudah dipindai.

3. Information architecture. Kemampuan menyusun informasi dan navigasi supaya pengguna mudah menemukan hal yang dibutuhkan.

4. Prototyping dan usability testing. Kemampuan membuat model interaktif dan mengujinya untuk menemukan masalah penggunaan.

5. Komunikasi dan kolaborasi. UI/UX Designer sering bekerja bersama programmer, product manager, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, kemampuan menjelaskan alasan di balik keputusan desain sangat penting.

6. Problem solving. Desainer perlu mengidentifikasi masalah, mempertimbangkan beberapa alternatif, lalu memilih solusi berdasarkan kebutuhan pengguna dan tujuan produk.

Tidak semua keterampilan tersebut harus dikuasai sekaligus. Kamu bisa mempelajarinya sambil mengerjakan proyek kecil dan meminta masukan dari orang lain.

Cara Memulai Belajar UI/UX dari Nol

Belajar UI/UX akan lebih efektif jika kamu langsung mempraktikkan konsep yang dipelajari. Berikut langkah yang bisa kamu ikuti.

Langkah 1: Pelajari dasar-dasar desain

Mulailah dari prinsip desain, seperti kontras, keseimbangan, jarak, konsistensi, dan hierarki visual. Pelajari juga bagaimana desain yang baik membantu pengguna memahami informasi dan menentukan tindakan.

Langkah 2: Amati aplikasi yang sering digunakan

Pilih satu aplikasi yang kamu gunakan setiap hari. Perhatikan susunan menu, letak tombol, alur penggunaan, dan cara aplikasi memberikan informasi kepada pengguna.

Coba tanyakan pada diri sendiri: bagian mana yang mudah digunakan? Bagian mana yang membingungkan? Apa yang bisa diperbaiki?

Langkah 3: Buat desain ulang sederhana

Pilih satu halaman yang ingin kamu perbaiki, misalnya halaman login, halaman informasi kampus, atau halaman pemesanan makanan. Buat wireframe terlebih dahulu, kemudian kembangkan menjadi desain visual menggunakan Figma.

Ingat, tujuan latihan bukan sekadar membuat tampilan lebih menarik. Kamu perlu menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan dan alasan memilih desain tersebut.

Langkah 4: Uji desain kepada orang lain

Minta beberapa orang mencoba prototype yang dibuat. Berikan tugas yang jelas, misalnya mencari informasi biaya kuliah atau menemukan tombol pendaftaran.

Amati apakah mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut tanpa banyak kebingungan. Gunakan masukan yang diperoleh untuk memperbaiki desain.

Langkah 5: Susun portofolio

Portofolio merupakan kumpulan proyek yang menunjukkan kemampuan dan proses berpikirmu. Untuk setiap proyek, jelaskan masalah awal, target pengguna, proses riset, wireframe, desain akhir, hasil pengujian, dan perubahan yang dilakukan.

Portofolio yang baik bukan hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan alasan di balik keputusan desain. Proyek latihan boleh digunakan selama dijelaskan secara jujur sebagai proyek pribadi atau studi kasus, bukan pekerjaan untuk klien jika memang bukan.

Bagaimana Prospek Karier UI/UX Designer?

UI/UX Designer dapat bekerja pada berbagai bidang yang mengembangkan produk digital, seperti perusahaan teknologi, layanan keuangan, pendidikan, kesehatan, e-commerce, hingga perusahaan rintisan (startup). Mereka juga dapat bekerja sebagai desainer lepas atau bergabung dalam tim pengembangan produk.

Beberapa jalur karier yang berkaitan dengan bidang ini antara lain:

  • UI Designer, berfokus pada tampilan dan komponen antarmuka.

  • UX Designer, berfokus pada pengalaman pengguna dan solusi atas masalah penggunaan.

  • Product Designer, menggabungkan pertimbangan desain, kebutuhan pengguna, dan tujuan produk.

  • UX Researcher, berfokus pada penelitian untuk memahami perilaku dan kebutuhan pengguna.

  • Interaction Designer, merancang bagaimana pengguna berinteraksi dengan elemen dan fitur produk digital.

Pembagian peran tersebut dapat berbeda di setiap perusahaan. Pada tim kecil, satu orang mungkin menangani beberapa tanggung jawab sekaligus.

Sebagai gambaran pasar kerja, U.S. Bureau of Labor Statistics memproyeksikan pekerjaan web developers and digital designers di Amerika Serikat tumbuh 5% pada periode 2025–2035. Kelompok ini mencakup pekerjaan yang berkaitan dengan desain antarmuka digital, tetapi bukan ukuran khusus untuk lowongan UI/UX Designer di Indonesia. Karena itu, angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai konteks, bukan jaminan peluang kerja atau besaran gaji bagi calon desainer di Indonesia.

Pada akhirnya, peluang karier akan dipengaruhi oleh kemampuan, kualitas portofolio, pengalaman proyek, komunikasi, serta kebutuhan perusahaan. Menguasai tools desain merupakan awal yang baik, tetapi kemampuan memahami pengguna dan menjelaskan solusi tetap menjadi bagian penting dari profesi ini.

Belajar UI/UX Bisa Dimulai dari Kuliah Informatika

Tertarik dengan UI/UX Designer tidak berarti kamu harus meninggalkan dunia teknologi. Justru, desain antarmuka merupakan salah satu bagian yang berkaitan erat dengan pengembangan website dan aplikasi.

Dalam perkuliahan Informatika, mahasiswa dapat mempelajari konsep yang mendukung proses tersebut, seperti Interaksi Manusia dan Komputer, Desain Antarmuka dan Pengalaman Pengguna, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Pemrograman Web. Mata kuliah yang tersedia tentu bergantung pada kurikulum masing-masing program studi.

Di Program Studi Informatika Universitas Alma Ata, kamu dapat mengenal pembelajaran yang berkaitan dengan interaksi manusia dan komputer, desain antarmuka dan pengalaman pengguna, serta pengembangan perangkat lunak. Bekal tersebut dapat menjadi salah satu titik awal untuk mengeksplorasi bidang UI/UX, sambil tetap membangun keterampilan melalui latihan dan proyek mandiri.

Untuk mengenal program studi, pembelajaran, dan informasi perkuliahan lebih lanjut, kunjungi halaman resmi Program Studi S1 Informatika Universitas Alma Ata.

Kesimpulan

UI/UX Designer adalah pilihan karier di bidang teknologi bagi kamu yang tertarik pada desain sekaligus ingin memahami cara orang menggunakan website atau aplikasi. Pekerjaannya tidak berhenti pada pemilihan warna dan bentuk tombol, tetapi mencakup riset pengguna, penyusunan alur, pembuatan prototype, hingga pengujian desain.

Kamu tidak harus langsung mahir desain atau coding untuk mulai belajar. Mulailah dari dasar, amati aplikasi di sekitarmu, buat proyek sederhana, uji kepada pengguna, dan dokumentasikan prosesnya dalam portofolio.

Dengan latihan yang konsisten dan kemauan untuk terus memperbaiki desain berdasarkan masukan, kamu bisa mulai membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk mengeksplorasi karier UI/UX Designer.

Referensi

Nielsen Norman Group. The Definition of User Experience (UX). https://www.nngroup.com/articles/definition-user-experience/

Nielsen Norman Group. What Is User Experience (and What Is It Not)? https://www.nngroup.com/articles/what-is-user-experience/

U.S. Bureau of Labor Statistics. Web Developers and Digital Designers: Occupational Outlook Handbook. https://www.bls.gov/ooh/computer-and-information-technology/web-developers.htm

Department for Education, UK. Figma Design Guidance. https://design.education.gov.uk/design-system/figma

Program Studi Informatika Universitas Alma Ata. Struktur Kurikulum. https://informatika.almaata.ac.id/s1-informatika/struktur-kurikulum/